Rabu, 10 April 2013

CARA MENGHITUNG PAJAK, TARIF DPP PPN



CARA MENGHITUNG PAJAK, TARIF DAN DASAR PENGENAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN)
A.      Cara Menghitung Pajak
Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif pajak dengan Dasar Pengenaan Pajak (DPP)


B.       Tarif PPN
1.      Tarif PPN
Diatur dalam Pasal 7 UU PPN 1984, antara lain:
a.       Tarif Pajak Pertambahan Nilai adalah 10% (sepuluh persen)
b.      Tarif Pajak Pertambahan Nilai sebesar 0% (Nol Persen) diterapkan pada:
1)      Ekspor Barang Kena Pajak berwujud,
2)      Ekspor Barang Kena Pajak tidak berwujud, dan/atau
3)      Ekspor Jasa Kena Pajak.
c.       Tarif pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diubah menjadi paling rendah 5% (lima persen) dan paling tinggi 15% (lima belas persen) yang perubahan tarif nya diatur dengan Peraturan Pemerintah (PP)

C.      Dasar Pengenaan Pajak (DPP)
Dasar Pengenaan Pajak adalah jumlah Harga Jual, Penggantian, Nilai Impor, Nilai Ekspor, atau nilai lain yang dipakai sebagai dasar untuk menghitung pajak yang terutang.
1.      Harga Jual
Harga Jual adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh penjual karena penyerahan Barang kena Pajak, tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut Undang-Undang ini dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak.

2.      Penggantian
Penggantian adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh pengusaha karena penyerahan Jasa Kena Pajak, ekspor Jasa Kena Pajak, atau ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud, tetapi tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut Undang-Undang ini dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajakatau nilai berupa uang yang dibayar atau seharus nya dibayar oleh penerima jasa karena pemanfaatan  Jasa Kena Pajak dan/atau oleh penerima manfaat Barang Kena Pajak Tidak Berwujud karena pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar daerah pabean didalam daerah pabean.

3.      Nilai Impor
Nilai impor adalah nilai berupa uang yang menjadi dasar perhitungan bea masuk ditambah pungutan berdasarkan ketentuan dalam peraturan perUndang-Undanga an yang mengatur mengenail kepabeanan dan cukai untuk impor Barang Kena Pajak, tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

Nilai Impor = Cost, Insurance, and Freight (CIF) + Bea Masuk + Bea Masuk Tambahan

4.      Nilai Ekspor
Nilai ekspor adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh eksportir.

5.      Nilai Lain.
Nilai laian adalah nilai berupa uang yang ditetapkan sebagai dasar pengenaan pajak. Ketentuan mengenai nilai lain sebagai dasar pengenaan apajk diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 75/PMK.03/2010 tanggal 31 Maret 2010, ditetapkan sebagai berikut:
a.       Pemakaian sendiri/pemberian Cuma-Cuma, DPP adalah harga jual/penggantian dikurangi laba kotor.
b.      Penyerahan media rekaman suara atau gambar DPP adalah perkiraan Harga Jual rata-rata
c.       Penyerahan film cerita, DPP adalah perkiraan hasil rata-rata perjudul film.
d.      Penyerahan produk hasil tembakau, DPP adalah harga jual eceran.
e.       BKP persediaanan/atau aktiva yang menurut semula tidak untuk diperjualbelikan, yang masih tersisa pada saat pembubaran, DPP adalah harga pasar wajar.
f.       Penyerahan BKP/JKP dari pusat kecabang atau sebaliknya dan penyerahan BKP/JKP antar cabang, DPP adalah Harga Pokok Penjualan atau harga eceran.
g.      Penyerahan BKP kepada pedagang perantara, DPP adalah harga yang disepakati antara pedagang perantara dan pembeli.
h.      Penyerahan BKP melalui juru lelang, DPP adalah harga lelang.
i.        Jasa pengiriman paket, DPP adalah 10% dari tagihan atau jumlah yang seharusnya ditagih.
j.        Jasa biro perjalanan atau jasa biro pariwisata, DPP adalah 10% dari tagihan atau yang seharus nya ditagih.
Pajak Masukan sehubungan dengan:
·         Penyerahan jasa yang dilakukan oleh pengusaha biro perjalanan dan pariwisata
·         Penyerahan jasa pengiriman paket.
Tidak dapat dikreditkan karena dalam PPN yang dibayar telah diperhitungkan dengan pajak masukan atas perolehan BKP/JKP tersebut.

D.      Contoh Perhitungan PPN dan PPnBM
Mengatur cara menghitung Pajak Pertambahan Nilai yang terutang. Contoh perhitungan PPN dan PPnBM
1.      Pengusaha Kena Pajak A menjual tunai Barang Kena Pajak dengan harga jual Rp. 25.000.000
PPN    = 10% x Rp. 25.000.000
           = Rp. 2.500.000
PPN Rp. 2.500.000 adalah pajak keluaran yang dipungut oleh PKP A atas penjualan BKP
2.      Pengusaha Kena Pajak B melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak dengan memperoleh penggantian Rp. 20.000.000
PPN    = Rp. 10% x Rp. 20.000.000
           = Rp. 2.000.000
PPN Rp. 2.000.000 adalah pajak keluaran yang dipungut PKP B atas penyerahan JKP.

3.      Seseorang mengimpor Barang Kena Pajak dari luar pabean dengan nilai impor Rp. 15.000.000
PPN    = 10% x Rp. 15.000.000
           = Rp. 1.500.000
PPN Rp. 1.500.000 dipungut melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

4.      Pengusaha Kena Pajak D melakukan ekspor Barang Kena Pajak dengan nilai ekspor Rp. 10.000.000
PPN    = 0% x Rp. 15.000.000
           = Rp. 0
PPN Rp. 0 adalah pajak keluaran

5.      Pengusaha Kena Pajak “A” mengimpor Barang Kena Pajak dengan nilai impor Rp. 5.000.000 Barang Kena Pajak tersebut, selain dikenakan Pajak Pertambahan Nilai, missalnya juga dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif 20% dengan demikian, perhituangan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang  terutang atas impor Barang Kena Pajak tersebut adalah:
Ø  Dasar Pengenaan Pajak    =Rp. 5.000.000
Ø  Pajak Pertambahan Nilai
Ø  10% x Rp. 5.000.000       =Rp. 500.000
Ø  PPnBM                            =Rp. 5.000.000
Ø  20% x Rp.5.000.000        = Rp.1.000.000

6.      Pengusaha Kena Pajak “D” menyerahkan Barang Kena Pajak secara Cuma-Cuma untuk membantu korban bencana merapi Yogyakarta senilai Rp. 330.000.000 termasuk laba 10%. Berapa PPN yang terutang atas penyerahan BKP tersebut:

DPP   =            100        x harga jual termasuk laba
                 100 + %laba

           =       100       x Rp. 330.000.000
                    110

           = Rp. 300.000.000
PPN   = 10% x Rp. 300.000.000
           = Rp. 30.000.000

7.      PT. sentosa adalah PKP dengan bidang usaha pemborong bangunan telah selesai pembangunan sendiri satu unit gedung seluas 400 M2  untuk rumah direksi, dengan biaya Rp. 183.000.000 termasuk PPN atas pembelian bahan bangunan Rp. 13.000.000 hitung PPN yang terutang atas kegiatan ini?
Jawab.
DPP    = Penggantian
PPN    = 10% X ( Rp. 183.000.000 – Rp. 13.000.000)
           = 10% X Rp. 170.000.000
           = Rp. 17.000.000

4 komentar:

  1. thanks om, sangat membantu :)

    BalasHapus
  2. makasih om,ini bermanfaat sekali

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. dede junal : cara cari DPP itu harga jual / 1,1 atau (110/100) x harga jual

      Hapus